+62 852 7776 4355 halo@fortunekreatif.com

Hard Selling dan Soft Selling adalah metode pendekatan untuk mempromosikan suatu usaha atau produk. Keduanya sering dibandingkan, untuk mengetahui pendekatan mana yang cocok. Padahal, keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Kembali lagi bagaimana kita dapat memahami target pasar.

Apa perbedaan keduanya ?

Metode pendekatan mana yang cocok diterapkan pada bisnis teman-teman?

Semuanya akan kita bahas tuntas di artikel ini.

Pengertian Hard Selling dan Soft Selling

Sebelum membahas perbedaannya, alangkah lebih baik kita memahami pengertian keduanya.

Soft Selling merupakan metode menjual produk atau jasa dengan menggunakan pendekatan secara bertahap.

Hard Selling merupakan metode menjual produk atau layanan menggunakan pendekatan secara langsung, kuat, dan terbuka.

Perbedaan 

Berdasarkan pengertian diatas, perbedaan hard selling dan soft selling secara umum adalah waktu. Bila soft selling menerapkan pendekatan yang bertahap, sedangkan soft selling menerapkan pendekatan yang lebih terang-terangan atau langsung. Yuk, simak perbedaan keduanya lebih spesifik.

Hard Selling

Perbedaan Hard Selling dan Soft Selling

Hard Selling

Dilansir dari Richardson, Hard Selling paling banyak berlaku ketika produk atau jasa yang kita tawarkan mampu menjawab kebutuhan pelanggan. Artinya, pelanggan tidak mempunyai pilihan lain selain produk kita.

Sebagian besar, pedekatan Hard Seliing dilakukan ketika penjual mentargetkan pada banyaknya barang yang dijual (volume) bukan value. Setelah menyelesaikan transaksi dengan satu pembeli, akan berpindah ke pembeli selanjutnya. Karena fokusnya pada volume.

Kelemahan dari metode ini, sering membuat pembeli merasa kurang nyaman karena harus segera mengambil keputusan.

Kami merekomendasikan metode pendekatan ini, digunakan untuk produk yang sederhana dan mudah dipahami. Metode ini lebih memfokuskan pada pengetahuan calon pembeli terhadap suatu produk, bukan cara komunikasi antara penjual dan pembeli.

Soft Selling

https://live.staticflickr.com/65535/51383360917_336ecb52e7_k_d.jpg

Soft Selling

Pendekatan dengan soft selling berfokus pada membangun hubungan baik dengan pelanggan . Kita perlu untuk mempelajari kebutuhan, permasalahan dan kekhawatiran pelanggan sebelum mereka memutuskan membeli atau menggunakan jasa kita. Oleh karena itu, soft skill dan kemampuan komunikasi sangat dibutuhkan untuk metode ini.

Pendekatan ini, sangat memungkinkan untuk melanjutkan percakapan dengan pembeli meskipun diluar proses transaksi. Rasa kepercayaan dan nyaman pun akan dirasakan pembeli. Kemungkinan besar untuk membeli produk atau jasa kita pun akan besar.

Meskipun, pendekatan ini kedengarannya bertahap dan lama. Namun, para professional mampu menyelesaikannya dengan waktu yang lebih cepat. Karena kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan membuka dialog.

Mana yang lebih baik antara keduaanya?

Kedua pendekatan tersebut, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita tidak bisa berpihak satu metode mana yang lebih baik. Tanpa kita sadari, kita kemungkinan menggunakan kedua metode pendekatan diatas.

Situasi yang menetukan.

Dalam pendeketan dengan pembeli, situasi yang akan menentukan. Kita harus fleksibel untuk memilih pendekatan mana yang cocok. Oleh karena itu, penting sekali untuk memahami target pasar dan pelanggan.

Baca Juga : Jenis-jenis digital marketing untuk usaha

Nah cukup sekian artikel kami terkait Hard Selling dan Soft Selling : Perbedaan dan Kombinasinya. Semoga bisa membantu teman-teman fortune kreatif  dalam mempertimbangkan pendekatanyang ingin digunakan serta kombinasi keduanya. Bila ada pertanyaan terkait topik digital marketing atau yang lainnya, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Source :

Hard Sell vs Soft Sell

Hard Selling vs Soft Selling Skills

Freepik

×

Hai!

Yuk, ceritakan kebutuhan strategi Digital Branding untuk Bisnis hebat Anda bersama Kami melalui WhatsApp. Atau hubungi kami melalui email di halo@fortunekreatif.com

× Minta Penawaran